Pengertian Thaharah (Bersuci)

Dalam pandangan islam (setidaknya menurut ulama salaf) Thoharoh adalah masalah yang sangat penting. Setidaknya, hal ini bisa dilihat dari bahasan awal kitab-kitab fiqh. Taqrib, Fathul Muin, maupun literar lainnya menempatkan Thaharah/bersuci pada awal bab.
Secara Etimologis, Thaharah berarti bersih. Para Fuqoha mengartikan thaharah sebagai usaha untuk menghilangkan hadast atau membersihkan najis. Sebagaimana kita tahu, bahwa hadast ada dalam diri manusia, ia tidak bisa hilang. Sebab meruapakan bagian dari manusia. Ketika kita kentut, maka kita berhadast dan wudlu adalah media untuk mensucikannya. sedangkan Najis adalah ketika sesuatu yang ada di luar tubuh kita dan menyentuh atau tersentuh oleh kita. Seperti air kencing, kotoran manusia maupun hewan, darah dan sebagainya. Najis adalah barang yang asal, ia tidak bisa berubah hingga akhir jaman. Maka dari itu, ketika terkena najis, kita harus membersihkannya dengan cara cara yang telah ditentukan.( Akan dibahas pada bagian lain).

Seperti disebutkan diatas, bahwa Thaharah begitu penting sehingga di letakkan pada pembahasan awal dari setiap literatur fiqh. Hal ini dikarenakan, thoharoh menjadi bagian penting  dari segala kegiatan ibadah yang bersifat ritual kepada Allah. Untuk berthaharah, atau mensucikan diri dari najis dan hadast, media utama yang digunakan adalah air suci. (akan dibahas pada bagian lain). atau jika dalam keadaan darurat, maka air bisa diganti dengan debu dan batu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: