Memahami Maksud Najis

Konsep Najis begitu penting dalam ritual keagamaan yang dilakukan kaum muslimin.  bahkan konsep ini menjadikan halangan orang untuk beribadah kepada Alloh. Slalat menjadi tidak sah bila salah satu hal menjadi najis…seperti pakaian dan tempat.

secara harfiah, najis berasal dari bahasa arab yang berakar pada kata  (نجس). Ia berarti Najis, atau yang kotor, atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan.  Dalam istilah fiq, Najis adalah sesuatu yang asal. Najis adalah kotor dan najis dan tidak dapat di sucikan. kotoran hewan maupun kotoran manusia adalah najis, karena itu,  sampai hari kiamat kotoran tidak bisa disucikan.  begitu juga dengan daging anjing serta babi, air k encing, darah yang mengalir, semuanya najis.

Dalam konsep fiqh, sesuatu yang terkena najis disebut mutanajis. mutanajis adalah kondisi dimana air atau badan atau pakaian atau sebuah tempat terkena najis. seperti masjid yang terkena air kencing anak kecil. maupun bayi laki laki yang sudah menyusu pada ibunya. ataupun bayi perempuan walaupun belum menyusui, semua itu dianggap mutanajis atau terkena najis.

adapun air yang terkena barang najis atau mutanajis, harus dilihat dulu kadarnya. bau, rasa dan warna air harus dilihat apakah berubah dari asal atau tidak. jika tidak berubah dari asal dan melebihi dua kullah, maka hukumnya tidak mutanajis atau tidak terkena najis.

Najis sendiri terbagi menjadi 3 (tiga)bagian atau tingkatan.

pertama dalah najis mukhoffafah. Mukhoffafah berarti tipis. seperti namanya, Najis ini tergolong najis yang ringan atau tipis.  Najis jenis ini adalah najis seperti terkena kotoran dan lain lain. cara pensuciannya adalah dengan membasuh najis tersebut dengan air suci.

Kedua adalah Mugholadhoh. seperti  namanya yang berarti tebal, Najis mugholadhoh adalah najis yang berat. Najis ini dikarenakan terkena atau bersentuhan dengan anjing dan babi. cara pensuciannya adalah dengan meembasuh najis tersebut sebanyak 7 kali dengan air suci. salah satu dari tujuh basuhan harus diganti dengan debu yang suci. Jadi komposisinya adalah 6 kali air dan 1 kali debu.

Najis Mutawasithoh adalah najis yang ada diaantara najis mukhoffafah dan mugholadhoh.  seperti namanya yang mutawasithoh, atau tengah tengah. najis ini tidak begitu berbeda dengan najis mukhoffafah, tapi biasanya berkaitan dengan najis najis yang membekas.
Yang perlu diingat adalah, alat untuk membasuh, baik air maupun debu harus suci dan mengalir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: